10.11.10

Aturan Allah Azza wa Jalla

Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada-Nya! Maka, tujuan anda dalam menjalani kehidupan seharusnya mengikuti sebagaimana tujuan Allah menciptakan anda! Anda sesungguhnya telah mengetahui adanya ayat yang sangat dikenal mengenai tujuan penciptaan manusia di dunia! Adapun kemudian anda mengabaikannya, maka sama sekali bahwa anda bukan tidak memahaminya! Allah Azza wa Jalla akan menunjukkan anda bagaimana beribadah kepada-Nya. Anda sejak kecil dididik dan diajarkan sampai anda mengetahui bahwa anda seorang muslim. Anda pun mengetahuinya apa yang seharusnya dilaksanakan sebagai seorang muslim! Allah Azza wa Jalla mengisyaratkan akan nilai keutamaan beribadah dari niat tulusnya, bukan dari aspek hasilnya! Allah sangat mengetahui keterbatasan makhluk-Nya bila seharusnya dilaksanakan dalam beribadah kepada-Nya! Sekalipun anda menganggap mampu untuk menunaikan semua bentuk ibadah kepada-Nya, sesungguhnya Allah sangat mengerti akan keterbatasan diri anda! Allah bukan sekadar menyuruh untuk mendirikan solat, misalnya, tetapi juga anda harus mengetahui hakikatnya! Allah Azza wa Jalla akan menguji anda tanpa membedakan siapa anda dari kaum muslim lainnya! Anda bukan saja akan mengalami kesulitan untuk memahami makna dari ibadah, tetapi juga mengenai aslinya solat berdasarkan syari’ah! Adakah yang mengetahui bagaimana seharusnya solat? Adakah yang mengenal ajaran Allah yang aslinya dalam menghamba kepada-Nya? Jika persis mengetahui aslinya solat, tentu saja tidak akan ada perbedaan antara satu mazhab dengan mazhab lainnya dalam menunaikan solat secara syar’i! Adakah pengetahuan sekelompok ajaran memandang ajarannya paling benar? Anda bukan saja bingung untuk memilih yang mana paling benar, melainkan juga sulit memilihnya secara hati-hati! Allah Azza wa Jalla bukan sama sekali membiarkan anda terombang-ambing dalam kebingungan, selain mengajarkan anda untuk betul-betul mengetahui adanya rahmat Allah di balik semua perbedaan! Anda menunaikan solat merujuk kepada ajaran kelompok anda, bukan berarti memandang salah ajaran kelompok yang lain! Adakah yang menjadikan pilihan ajaran sebagai benar di satu sisi dan menganggap salah di sisi yang lain? Begitu kompleks anda memikirkannya; mengapa terjadi perbedaan dalam satu keyakinan? Adakah keyakinan anda berbeda dengan kaum muslim yang lain? Anda pasti menjawab: sama! Keyakinannya sama dalam mengajak kaum muslim untuk beribadah hanya kepada Allah! Sama sekali tidak benar bahwa beribadah kepada selain Allah! Allah mengajarkan kepada semua rasul-Nya agar hanya beribadah kepada-Nya!

Anda adalah salah satu dari sekian banyak kaum muslim yang berada di tengah perbedaan ajaran! Asal usulnya bagaimana sampai terjadi perbedaan? Bukankah ketika Rasulullah Saaw masih hidup tidak ada satu orang muslim pun yang berbeda dalam menunaikan ajaran Allah? Kalaupun terjadi perbedaan di kalangan para sahabat, sesungguhnya lebih disebabkan apa yang ditanyakan oleh sahabat yang satu dijawab secara berbeda untuk sahabat yang lain! Perbedaan jawaban beliau atas persoalan yang sama karena di antara para sahabat berkedudukan (tingkat penerimaan ajakan!) berbeda dalam memahami adanya bentuk perintah atau sunah termasuk boleh atau dibencinya suatu perbuatan! Akan tetapi, beliau sangat mengerti akan posisi para sahabatnya! Salah satu prinsip yang harus ditegakkan dalam Islam, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saaw, adalah silaturahmi! Mengapa silaturahmi menjadi wajib untuk ditegakkan? Anda akan memahami hakikat di balik nilai silaturahmi! Bukan sebatas adanya hubungan baik secara lahir, melainkan tidak ada dendam di dalam hati bila terjadi perselisihan! Anda salah bila berpura-pura baik secara lahir, tetapi di dalam hati menyimpan bara api yang membara! Silaturahmi bukan hanya diwujudkan secara lahir, melainkan juga diakui dari dalam hati! Jadi, perbedaan yang terjadi bukan untuk meruntuhkan nilai-nilai keutamaan silaturahmi secara syar’i, juga secara hakiki! Boleh saja anda menyatakan adanya perbedaan tetapi tidak seharusnya menaruh kebencian! Secara syar’i ditunaikan dengan saling bersalaman dan merangkul (antar sesama jenis kelamin), tetapi hakikatnya menyentuh sampai ke dalam hati!

Sekiranya anda belum menjangkau apa sesungguhnya hakikat dari ibadah, maka di situlah letaknya mengapa Allah mencurahkan rahmat terhadap seorang muslim yang menunaikan solat dan ibadah lainnya secara sakral! Allah SWT lebih mengetahui daripada anda! Adakah yang dapat menganggap solatnya sudah sampai pada derajat hakikat sebagaimana yang Dia kehendaki? Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya yang sudah mencapai derajat tersebut! Allah Azza wa Jalla sangat menyayangi hamba-hamba-Nya yang sudah menunaikan solat dengan sepenuh jiwa! Anda juga akan disayangi oleh Allah bila solatnya sudah mencapai derajat hakikat! Perlukah anda, sekali lagi, mengklaim bahwa ajaran kelompok anda lebih utama dibanding dengan ajaran dari kelompok lain, sementara ibadah anda masih bersifat syar’i? Adakah kecerdasan akal anda dalam mempelajari ilmu-ilmu keislaman sudah menjamin anda mencapai derajat hakikat? Perolehan lahiriah (akal anda) belum menjamin pada tingkat menjangkau hakikat! Adakah yang menjamin bahwa orang-orang yang tidak sempat mempelajari ilmu-ilmu keislaman dipandang tak mungkin mencapai tingkat ma’rifat? Allahu Akbar, Allah Maha Besar! Siapa pun bila Allah berkehendak terjadi maka terjadilah! Adakah anda kemudian protes kepada Allah? Mengapa anda yang dikaruniai akal cerdas belum sempat mencapai derajat diperkenankan memandang wajah-Nya, sedangkan yang lain sekalipun dengan akal yang tidak secemerlang anda, justru diizinkan oleh Allah dapat mengenali-Nya? Allah bukan membiarkan anda, dengan akal jeniusnya, tanpa diuji untuk belajar apa yang sesungguhnya dari seluruh perintah Allah harus dijalankan! Adakah anda berlaku sombong kepada-Nya? Allah Azza wa Jalla menguji anda agar memetik pelajaran dari al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa! Adakah anda mau bertakwa dengan akal anda yang sangat cerdas? Kebanyakan orang yang dibekali akal cerdas mengikuti akalnya dengan mengesampingkan suara hatinya! Akal lebih mampu mengurai, menghitung, mengajari, mengalahkan akan adanya nilai-nilai kebenaran! Bila dikatakan, “Awas jangan berbuat menurut apa yang disamarkan oleh setan!” Akal akan menguraikan penjelasan dengan sangat cemerlang penuh argumentatif! Allah sangat mengetahui hati setiap manusia! Seandainya lisan anda berargumentasi seolah benar ada-Nya, padahal di hatinya mengakui bukan sebagaimana yang disampaikan, maka Allah sangat memahami apa yang tersembunyi di balik realitas (hati)! Berapa kali anda berdusta di hadapan Allah? Anda tidak melihat Allah, tetapi Dia sangat mengenali perbuatan anda!

Allah Azza wa Jalla memahami apa pun yang berada di balik realitas (hati)! Apa maknanya? Andaikan anda berdusta, maka pasti Allah mengetahuinya! Andaikan anda adalah tukang tipu, Allah pasti dapat membalas tipuan anda! Andaikan anda adalah manusia akal-akalan, maka Allah pasti dapat melumpuhkan pikiran anda! Andaikan anda sok soleh, maka Allah pasti menjebak anda! Andaikan anda sok menjadi pemberi nasehat, maka Allah pasti akan menasehati anda dengan memberi peringatan! Andaikan anda adalah manusia sok suci, maka Allah pasti mengotori diri anda dengan kenistaan! Andaikan anda adalah manusia penjilat, maka Allah pasti dapat mengelabui anda dengan umpatan! Andaikan anda adalah manusia yang suka beradu pendapat dengan akal cerdas anda, maka Allah pasti akan menyesatkan anda di dalam akal anda! Andaikan anda adalah manusia suka solat tapi suka ambil barang orang atau negara, maka Allah pasti menyiksa pikiran anda sampai anda sulit untuk tidur nyenyak! Andaikan anda adalah manusia yang sering ‘keluar malam’, maka Allah pasti menjegal anda dengan penjahat di sekitar anda! Andaikan anda adalah manusia yang suka menyalahkan orang lain, maka Allah pasti mengandalkan tipuan-Nya seolah anda dapat mengalahkannya, padahal anda dapat dipermalukan! Andaikan anda adalah manusia yang senang beradu nasib, maka Allah pasti mengelabui anda dengan kesenangan palsu! Andaikan anda adalah manusia yang senang berada di tengah sajadah tanpa berada di tengah keluarga, maka Allah pasti menjerumuskan anda dengan tipuan seolah anda sangat beriman! Andaikan anda adalah manusia yang senang beristri (kawin cerai), maka Allah pasti menipu anda dengan kesenangan menyakitkan! Allah sangat bisa apa pun sebagaimana Dia kehendaki!

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari anda sebagai seorang manusia biasa? Adakah anda mendapati bahwa anda dapat berada di tengah-tengah kekuasaan Allah sementara anda adalah manusia biasa? Bagaimana anda memahami apa yang dikehendaki Allah? Adakah bahwa anda betul-betul mengetahui apa yang sesungguhnya akan terjadi di Hari Kemudian? Adakah anda meyakininya? Seandainya yakin, mengapa anda masih suka menghardik tetangga? Andaikan anda yakin, sudahkan anda merasa takut saat anda berdusta di hadapan Allah? Akankah anda menjadi seorang hamba bila anda masih mencemooh pesan-pesan petunjuk yang disampaikan seorang hamba yang belum dikenal? Adakah anda memiliki pengetahuan di luar akal anda mengenai keberadaan orang lain? Adakah anda meyakini bahwa pemikiran anda adalah benar-benar asli, bukan saduran atau mengutip pendapat orang lain? Betulkah bahwa pemikiran anda bukan hasil dari apa yang datangnya dari informasi orang atau Allah? Adakah bahwa akal anda dapat memproduksi pemikiran tanpa informasi? Apakah anda sudah menyadari akan semua itu? Sekiranya anda merasa yakin akan kebenaran Allah, mengapa anda hanya mengandalkan dari pemikiran orang lain, bukan berdasarkan petunjuk dari Allah? Adakah anda merasa sudah mencapai diizinkan oleh Allah atas pemikiran yang anda sampaikan? Adakah anda memiliki keyakinan bahwa Allah memberi petunjuk (hidayah) kepada siapa yang Dia kehendaki? Anda adalah manusia biasa, adakah merasa bahwa Allah mencintai anda? Apakah anda tidak meyakini bahwa Allah mencintai anda? Apakah anda tidak tahu? Sekiranya tidak tahu, mengapa anda menganggap orang lain adalah tidak dicintai oleh Allah? Adakah anda menganggap bahwa setiap manusia sebetulnya ada kesempatan untuk dicintai dan mencintai Allah? Jika anda merasa belum dicintai oleh Allah, patutkah anda beranggapan bahwa yang lain pun sama? Adakah anda memiliki pengetahuan tentang siapa yang dicintai dan mencintai Allah?

Anda sesungguhnya sama sekali belum mengetahui apa-apa di luar akal anda! Adakah anda memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah melihat anda? Sekiranya memiliki keyakinan yang kuat, sudahkah anda merasa takut bila melakukan perbuatan yang dilarang-Nya? Adakah hati anda berkata: “Jangan” ketika anda melakukan perbuatan apa pun yang dilarang Allah? Adakah anda dapat mengikuti pesan dari hati anda tersebut? Allah SWT telah mengetahui semua pembicaraan antara anda dengan hati anda! Siapakah hati anda itu? Anda bukan tidak mengetahui bahwa hati anda menolak perbuatan yang dibenci, dilarang, atau yang tidak diperkenankan! Hanya saja, akal anda lebih mendominasi suara hati anda! Anda berupaya mengabaikan suara hati anda demi kepentingan anda di dunia lahir! Adakah anda menganggap bahwa suara hati anda itu petunjuk? Andai bukan petunjuk, mengapa dia mengajak anda untuk tidak berbuat jahat? Adakah kebaikan itu merupakan ajakan setan? Anda pasti menyangkal: ‘Oh bukan, pasti dari Allah!’ Jika pesan kebaikan itu berasal dari Allah, mengapa anda mengabaikannya? Dari sinilah sebenarnya anda diuji oleh Allah, adakah anda mau mengikuti petunjuk Allah atau mengikuti bisikan setan? Andai anda meyakini bahwa semua pesan dari dalam hati berasal dari Yang Hak, adakah anda mengakui akan perbuatan itu sangat dilarang? Allah Azza wa Jalla senantiasa mendapati anda dalam keadaan tidak konsisten! Anda tahu tapi seperti tidak tahu! Kapan pun anda memandang suatu perbuatan salah, tetapi anda abaikan, maka anda berada di dalam ketidakkonsistenan! Anda akan dibiarkan oleh Allah dalam kesesatan! Naudzu billahi min dzalik!

Adakah yang dapat menolong anda dari kesesatan? Jika bukan karena rahmat Allah, anda pasti selalu dalam keadaan merugi! Allah mengetahui bahwa anda selalu dalam kebimbangan! Akidah agama yang dipakai sebagai landasan dalam menjalani kehidupan, ternyata belum dapat berdampak baik bagi diri anda. Mengapa anda menjadi bingung? Adakah persoalan yang menyebabkan anda berada dalam kondisi jiwa seperti itu? Paling tidak, apakah anda sudah betul-betul beriman (merasa yakin) atau belum? Akidah atau keyakinan menjadi dasar utama sebelum menunaikan seluruh amal ibadah! Adakah anda yakin bahwa Allah itu ada? Jika meyakini bahwa Allah itu ada, bagaimana anda dapat berhubungan dengan-Nya? Bagaimana cara anda berhubungan dengan Allah (hablum minallah)? Sudah cukupkah cara anda berhubungan dengan Allah diwujudkan dalam solat wajib? Begitukah anda berhubungan dengan Allah? Jika berhubungan, sebagaimana anda berhubungan dengan sesama manusia, adakah anda saling berbicara? Atau, anda diam Dia diam? Apakah itu makna suatu hubungan? Allah Azza wa Jalla sama sekali bukan diam, melainkan melihat anda bagaimana anda bersikap dan berbuat dalam menghadap kepada-Nya di saat anda solat? Adakah anda beranggapan bahwa solat itu hanya sebuah tata cara formalitas dalam menjalankan kewajiban anda sebagai seorang muslim? Jika memang demikian cara pandang anda mengenai solat, maka sampai kapan pun (ajal menjemput) anda tak akan pernah berjumpa dengan Dia! Bukankah setiap orang beriman ingin berjumpa dengan Allah? Adakah anda meyakini bahwa Allah itu menjadi tujuan utama dalam menjalani kedudukan anda sebagai makhluk ciptaan-Nya? Tujuan apalagi selain dari itu? Ingin surga-Nya? Bagaimana anda berharap mendapatkan surga, sementara anda belum pernah berharap dapat menemui Sang Pemiliknya? Patutkah anda ingin memperoleh sesuatu milik seseorang tanpa terlebih dahulu menemui sang pemiliknya? Bukankah Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memohon izin lebih dahulu apabila anda menginginkan sesuatu barang milik orang lain? Allah Azza wa Jalla pasti akan menanyakan kepada para malaikat-Nya, siapakah anda? Izrail memberi keterangan siapa anda, Munkar dan Nakir akan menjelaskan kedudukan anda di alam keabadian, Rokib dan Atid menguraikan seluruh amal anda ketika hidup di dunia, Malik akan menghadang anda di Hari Kemudian, Ridwan sangat ketat menjaga pintu surga! Allah Azza wa Jalla sama sekali tidak  bermaksud mengasingkan anda! Akan tetapi, Dia memiliki kekuasaan atas semua makhluk ciptaan-Nya! Permasalahan anda bukan terletak pada keadaan anda di alam keabadian, selain bagaimana anda menyikapi seluruh petunjuk Allah yang difirmankannya di dalam al-Qur’an sebagaimana yang sudah anda ketahui! Demikian juga sikap dan perbuatan anda, adakah mengikuti sunah Rasulullah Saaw? Peradaban umat manusia adalah pasti dapat menyebabkan kondisi yang berbeda antara waku doeloe dengan saat ini! Pemikiran-pemikiran yang lahir saat itu pasti sangat berbeda dengan pemikiran-pemikiran saat ini! Andaikan anda berada di masa lampau, maka pemikiran anda tidak sehebat saat ini (akal anda lebih menguasai sejalan dengan pengaruh peradaban umat manusia!). Andaikan laju pertumbuhan penduduk tidak sepesat sekarang ini, maka persoalan yang muncul pun tidak separah seperti saat ini. Mulainya permasalahan disebabkan peradaban umat manusia berada dalam situasi yang sangat maju! Alamat adanya suatu perubahan sangat jelas! Adanya anda di abad modern sungguh tidak sama dengan mereka yang berada di zaman sangat sulit akan berbagai keadaaan. Ada jurang yang sangat dalam yang memisahkan anda dengan mereka! Anda terlahir saat semua sudah terfasilitasi oleh alat-alat kemajuan zaman. Akal anda tidak menemukan kesulitan adanya kebutuhan yang ingin anda cari! Perbedaan semacam inilah yang berdampak sangat menentukan pemikiran! Dahulu apa pun yang dikaji sesuai dengan seadanya saat itu, akal mereka sebatas dari apa pun yang diketahui saat itu! Pemikirannya menjadi sejarah pemikiran di saat ini dan saat-saat selanjutnya. Patutkah orang-orang yang terlahir saat ini ‘terkalahkan’ oleh pemikiran-pemikiran mereka? Andaikan anda sangat maju dalam berpikir, anda tidak semestinya mengandalkan mereka hanya sebatas dianalisa dan disimpulkan! Mengapa produk-produk pemikiran saat ini tidak menghasilkan sesuatu yang sangat berbeda dengan pemikiran beliau-beliau saat itu? Adakah pemikiran-pemikiran saat ini hanya mengikuti saja apa pun yang sudah dikaji oleh beliau-beliau saat itu? Sudahkah kemajuan zaman sangat mempengaruhi bagaimana seharusnya berpikir?

Allah Azza wa Jalla akan melihat anda bukan dari bagaimana anda menghasilkan suatu perbuatan baik (soleh), selain dari proses perjuangan anda untuk melaksanakan niat baik tersebut! Adakah yang sangat berharap adanya perubahan pemikiran dari waktu ke waktu? Adakah sama antara asmaul husna dengan asma manusia? Anda adalah seorang manusia sedangkan Dia adalah Allah! Jika anda memiliki asma, maka Dia juga memilikinya! Asma anda adalah nama sebuah penyakit dalam literatur kamus bahasa Indonesia, sementara asma-Nya adalah sebutan bagi-Nya dengan yang baik-baik! Sangat berbeda! Anda berasma, Dia juga berasma! Apakah kata yang sama bermakna sama? Tidak! Apakah satu zaman akan sama dengan zaman yang lain? Tidak! Apakah anda saat ini sama pemikirannya dengan anda di masa lalu? Tentu tidak! Perhatian anda apakah selalu memikirkan dengan bergantung  kepada apa yang sudah anda pikirkan? Anda memikirkan sesuatu yang terjadi saat ini akan melandaskan kepada keberadaan anda saat kecil apabila membutuhkan sandaran untuk menggalinya! Adakah anda mengetahui bagaimana anda tempo doeloe? Sudahkah anda tempo doeloe bagaikan adanya saat anda berada di waktu anda dewasa? Pasti anda berbeda dengan anda saat itu!

Jika tempo doeloe begini dan begitu mengikuti keadaan saat itu, tentu menjadi berbeda saat anda berbicara sesuatu di saat ini! Anda memandang perwajahan saat anda doeloe sangat berbeda dengan cara pandang anda dewasa ini! Pemikiran progresif seharusnya mengedepankan apa yang sedang di hadapi saat ini dengan mengacu kepada pengalaman masa lampau tanpa menjadikan masa yang akan datang terabaikan oleh kekaguman anda dengan pemikiran masa lampau! Jadikan acuan untuk belajar dari masa lalu dalam setiap pergerakan pemikiran ke arah masa yang ada saat ini dan selanjutnya! Jadi, anda saat ini jangan terlena oleh keluarbiasaan para pemikir yang sangat melahirkan kemajuan peradaban di zamannya tanpa sama sekali anda menyumbangkan untuk kelanjutan anak cucu selanjutnya! Pertanyaannya adalah mengapa anda selalu berorientasi kepada masa lampau yang berlebih tanpa ada keyakinan bahwa kehidupan saat ini dan di masa yang akan datang telah menjadi ketetapan Allah bagi siapa pun akan diberikan karunia yang banyak apabila anda mau mendekati-Nya dengan sepenuh jiwa? Mengapa anda membahas apa yang disampaikan oleh para beliau, sementara anda masih berkutat dengan pembahasan itu sendiri tanpa mau beraksi sebagaimana pesan-pesan yang diamanatkannya? Problema kehidupan anak manusia saat ini harus mengedepankan suara hati sebagai dasar yang sangat berpengaruh untuk mengubah keadaan yang sangat kotor dengan hanya berada pada kekuatan akal! Adakah anda seorang mu’min sejati? Bagaimana anda melihat kecerdasan orang-orang yang tak beriman terhadap kebenaran Allah? Adakah bahwa dengan akal orang dapat menjadi yakin sebagaimana orang-orang cerdas dari golongan orang-orang yang tak beriman? Patutkah orang-orang yang beriman mengedepankan akal dan menjadikan hati berada di barisan paling belakang? Orang beriman adalah orang yang meyakini dengan hati! Cara meyakini dengan akal hanya sebatas sampai dapat dijangkau dengan kecakapan otak yang sangat beragam dalam meresponnya! Akal orang-orang beriman sangat dikalahkan oleh akal non muslim! Orientasi mereka hanya pada apa yang tampak! Bila sudah selesai menjalani kehidupan di dunia, maka selesai pula ketentuan-ketentuan Allah. Mereka selalu mengandalkan akalnya! Adakah Islam mengajarkan hal demikian? Sama sekali tidak! Islam mengajak umatnya agar meyakini Hari Kemudian! Adakah akal anda menangkap pengetahuan keadaan di alam keabadian dengan pandangan mata lahir? Sama sekali tak mungkin bisa! Lalu dengan apa orang-orang yang yakin dapat melihatnya? Bukan dengan mata lahir, melainkan dengan mata hati. Adakah anda bergairah untuk mengajak diri anda melihatnya dengan mata hati akan kebenaran ayat-ayat Allah? Mengapa anda cukup berada di wilayah lahir? Bukankah anda memiliki keyakinan bahwa ada kehidupan sesudah kematian? Jika anda merasa yakin, mengapa anda tidak menyiapkan diri untuk mengantarkan ruh (hati) anda menjadi anda yang sesungguhnya? Apakah cukup dengan menunaikan secara syar’i yang selalu diperdebatkan, sementara hati anda terlunta-lunta ke arah tempat yang tak jelas?

Allah Azza wa Jalla sama sekali bukan berarti menghindar dari hamba-Nya yang senantiasa mendekati-Nya! Dia akan merespom dengan kekuasaan-Nya apabila ada hamba-Nya yang mau mengejar akan perjumpaan dengan-Nya di saat masih berada di dunia ini! Dia akan menunjukkan kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki! Allah sangat menghendaki agar hamba-Nya mau bertakwa kepada-Nya! Aturan Allah Azza wa Jalla sudah sangat jelas!




Silakan dibaca Artikel Terkait di bawah ini

No comments:

Post a Comment

Artikel Populer 7 Hari Terakhir