5.11.10

Pilihan Allah

Allah SWT masih melindungi orang-orang yang mau rukuk dan sujud kepada-Nya. Bayangkan bagaimana anda memikirkannya ada seorang ibu beserta keluarganya selamat, hanya berselimutkan kain mukena yang biasa dipakainya untuk solat (diambil dari berita yang disampaikan oleh salah satu stasiun televisi swasta), dari panasnya gunung merapi yang telah Allah alamatkan kepada kaum musyrik di dusun Kinohrejo Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta. Peristiwa yang mengguncangkan dunia ini menjadi bukti sejarah di masa yang akan datang sebagai pelajaran untuk umat manusia agar jangan bersekutu dengan para thagut (setan). Biarlah apa yang sudah terjadi pada sebagian manusia yang tidak mengikuti perintah Allah Azza wa Jalla pantas untuk memperoleh balasan dari apa yang Allah larang. Anda pasti sulit memahami adanya hubungan antara penyembah berhala atau adanya peribadatan sebagian manusia yang mengaku sebagai orang yang mampu mengedepankan syirik akan diselamatkan oleh Allah SWT. Alhamdulillah, sekalipun ada satu keluarga yang menghadap Allah SWT sebagai satu-satunya amaliah yang diyakini mereka untuk menyelematkan dari api neraka, maka patut baginya memperoleh perlindungan di dunia sebelum akan diselamatkannya dari api neraka di akhirat. Siapakah yang berani mengatakan bahwa para penyembah berhala (thagut) akan diselamatkan oleh Allah Yang Maha Kuasa? Saya yakin apabila anda beriman kepada Allah SWT pasti akan menjawab tidak mungkin diselamatkan. Andaikan ada yang diselamatkan dari musibah, siapakah yang telah menyelamatkannya? Pasti Allah Azza wa Jalla juga. Anda kemudian beranggapan bahwa setiap manusia berhak mendapat perlindungan dari Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Anda beranggapan demikian adalah betul. Akan tetapi, manakah yang akan diselamatkan oleh Allah Azza wa Jalla di kalangan manusia, apakah dia yang musyrik atau yang ta’at kepada Allah? Jawabannya tentu saja adalah manusia yang patuh dan ta’at kepada-Nya. Allah Azza wa Jalla pasti akan menyelamatkan dari cobaan dan bencana alam di dunia. Bila ada yang tertimpa musibah, itu disebabkan karena alam tidak mengetahuinya apakah dia beriman atau tidak. Anda beriman bisa jadi terkena amukan angin puting beliung bila anda tidak memohon perlindungan Allah SWT. Apabila ada yang tidak beriman, tetapi terselamatkan darinya, bukan berarti dia orang hebat. Namun demikian, Allah SWT akan mendudukkan anda yang beriman sebagai syuhada dalam bencana tersebut. Anda menjadi saksi bagi kebenaran Allah SWT. Insya Allah, anda termasuk orang-orang yang berada di dalam jalan Allah. Untuk itu, waspadai terhadap kemungkinan terjadinya bencana dengan senantiasa berdo’a kepada-Nya. “Masya Allah la quwwata illa billah.” Apa pun yang dikehendaki Allah pasti terjadi. Tidak ada kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Fadhilah do’a ini saya peroleh dari salah satu majalah Islam, yang apabila anda akan menggunakannya sebagai bacaan do’a setiap selesai solat, maka insya Allah anda dan keluarga anda akan diselematkan oleh Allah dari bahaya bencana yang akan menimpa dalam kehidupan di dunia.

Saya dan anda adalah manusia biasa seperti halnya yang lain (ada yang mengaku-aku bahwa dirinya ikut bersama Allah menciptakan alam semesta, yakni setan), yang tidak memiliki andil sama sekali dalam penciptaan langit dan bumi. Sama sekali tidak benar bila ada yang mengaku-aku demikian. Naudzu billahi min dzalik. Kita adalah makhluk ciptaan-Nya, maka mustahil bila setan yang juga makhluk-Nya merasa dirinya berada dalam kekuasaan-Nya dalam penciptaan langit dan bumi. Allah Azza wa Jalla sangat marah atas pengakuan setan kepada manusia yang dijebaknya sebagai bagian dari perbuatannya dalam hal menjadikan adanya langit dan bumi.

Allah Azza wa Jalla ada di mana-mana dan Dia berada di setiap yang dikehendaki-Nya. Anda saat ini berada di depan komputer, maka mustahil anda berada di tempat lain. Adakah orang mampu berada di mana-mana tanpa adanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa? Selama ini, orang tak akan percaya bahwa manusia yang sudah diridoi oleh Allah dapat berada di mana-mana. Bukan sekedar ada di mana pun tanpa dia ada di satu tempat, selain keberadaannya memang ada di mana-mana. Subhanallah memang demikian ada-Nya. Sekiranya Allah menghendaki, maka apa pun dapat terjadi. Apabila anda masih ragu, maka perhatikan siapa yang berada di sampingmu? Anda sebetulnya sedang diperhatikan oleh seseorang yang berada di samping anda! Kalau anda masih ragu, maka coba anda pejamkan mata anda sambil memohon kepada Allah: “Duhai Allah, sekiranya Engkau benar-benar ada, maka tunjukanlah sebenarnya adakah yang memperhatikanku? Adakah sesungguhnya seseorang yang memperhatikanku, bahwa dia memang bukan setan dari golongan jin? Duhai Allah seandainya memang dia adalah kekasih-Mu, maka berilah diriku bukti nyata! Adakah orang yang memperhatikanku itu adalah seseorang yang Engkau kasihi? Andai benar bahwa dia adalah kekasih-Mu, maka berilah aku adanya suatu tanda agar aku mengerti yang sesungguhnya! Andai aku belum juga mengerti, maka berilah aku petunjuk-Mu! Duhai Allah aku adalah manusia biasa yang tak mungkin mampu berbuat apa-apa tanpa Diri-Mu! Adakah diriku ini sebagai seorang hamba yang mulai meyakini akan perintah-Mu dan pasti diriku bisa tidak melanggar larangan-Mu? Allah andaikan diriku tidak termasuk orang yang bertakwa, maka patutkah diriku memohon kepada-Mu untuk ditunjukkan siapakah dia duhai Allah Yang Maha Mengetahui? Allah andaikan diriku sebatas mengenal adanya dia, maka adakah sesuatu yang patut bagi diriku mengharapkan kehadirannya? Allah adanya kekasih-Mu itu adakah ini suatu pertanda akan berubahnya keadaan alam semesta yang sedemikian angkuh membenci umat manusia? Duhai Allah jika demikian maka ampunilah diriku! Bencana di mana-mana, tiada kesempatan manusia untuk merenung sejenak adakah bahwa ini suatu pertanda? Sekiranya dia memang ada di sampingku, maka duhai Allah tunjukanlah sekedar aku dapat melihat wajahnya bahwa dia adalah kekasih-Mu! Allah duhai Tuhanku Yang Maha Pemurah lagi Menyayangi diriku kabulkanlah permohonanku!"

Allah Azza wa Jalla pasti mendengarkan do’a anda. Apakah anda meyakini do’a yang saya tulis itu? Adakah anda mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa? Adakah bahwa Allah itu memang benar-benar berkuasa? Andaikan anda sudah merasa yakin, maka kapan pun anda panjatkan do’a itu sesuai dengan kesempatan anda mulai memohon kepada Allah, maka saya mendo’akan untuk anda semoga Allah Azza wa Jalla mempertemukan anda dengan dia! Do’a anda insya Allah akan dikabulkan.

Allah Azza wa Jalla tidak akan membiarkan seorang hamba yang dengan penuh keyakinan berdo’a kepada-Nya! Pasti Dia akan mengabulkan do’a yang dipanjatkannya! Sebab keraguan itu sumbernya dari setan laknatullah ‘alaih. Andaikan anda masih tetap ragu, maka bacalah surat an-Nas sebanyak 3 kali lalu anda pegang dada anda sambil menarik nafas dan ucapkanlah: Allah, Allah, Allah ya karim! Insya Allah, hati anda akan merasa tenang dalam beberapa menit kemudian. Saya menyampaikan do’a ini bukan berarti saya serba bisa! Saya seperti anda! Akan tetapi, alhamdulillah, saya sudah dapat mengenal anda dari jarak jauh, insya Allah! Allah lah yang akan memberitahukan saya siapa anda! Bukan semata-mata saya tahu dengan sendirinya. Bila anda meragukan, maka cobalah berkoresponden denganku! Saya bukan mengajak anda untuk mengetahui siapa saya, akan tetapi anda sudah lama membaca tulisanku sementara belum mengetahui siapakah orangnya yang bernama ahmad, bukan begitu? Sekali pun anda sudah pernah membaca biografiku, tetapi anda belum tentu akan meyakini bila hanya mengetahui melalui tulisan. Sebab banyak orang pandai menulis, tetapi belum tentu apa yang ditulis sudah diketahuinya dengan benar-benar seperti apa yang dituliskannya. Andaikan menulis alhamdulillah, adakah memahami apa makna dan terapannya di dalam kehidupan sehari-hari? Anda, saya yakin, juga bisa menulis kata ‘alhamdulillah’, tetapi adakah anda mengetahui apa makna, bukan terjemahannya, dan bagaimana mengamalkan kata tersebut di saat anda ada sebagai seorang hamba Allah? Anda ada bukan dengan sendirinya ada, selain karena ada-Nya. Siapakah ‘Nya’ itu? Dia adalah Allah Yang Maha Pencipta. Selain ada-Nya, Dia juga hadir di setiap tempat sesuai kehendak-Nya. Bila Dia hadir di dalam hati siapa yang Dia kehendaki, maka tak ada yang dapat menghalangi-Nya. Allah Maha Kuasa! Anda ada bukan karena anda ada, kecuali anda adalah Dia. Mustahil ada anda, tapi Dia tiada! Jadi, ada-Nya di mana-mana apabila berkehendak dan Allah Maha Luas pengetahuan-Nya. Allah adalah Tuhan Yang tiada Dia adalah mustahil ada-Nya! Allah sebagaimana kehendak-Nya! Allah ada karena Dia juga ada-Nya! Pasti adalah perkataan-Nya! Bukan Dia jika palsu perbuatannya! Aku adalah Allah! La syarika lahu wa bi dzalika umirtu wa ana awwalu minal muslimin – tidak ada sekutu bagi-Nya dan yang demikian itu diperintahkan kepadaku dan aku termasuk orang yang pertama-tama berserah diri! Allah Azza wa Jalla adalah Tuhannya semua manusia yang meyakini-Nya atau yang ingkar ada-Nya! Allah ada tanpa adanya makhluk di antara makhluk-makhluk-Nya! Allah berada bersama makhluk-Nya yang berserah diri kepada-Nya! Allah ada tanpa adanya setan yang mengaku paling ‘alim dari semua makhluk-Nya! Anda bukanlah seperti setan yang durjana, maka anda pasti beruntung hidup di dunia dan di akhirat! Alhamdulillahi robbil ‘alamin!

Allah Azza wa Jalla bukanlah seperti makhluk-Nya yang pasti lemah, hina, tidak berdaya, dan selalu bergantung kepada yang lain. Allah Azza wa Jalla sangat Perkasa lagi sangat Gagah dalam setiap waktu! Allah adalah Tuhannya anda yang telah hadir di setiap waktu anda dalam asuhan-Nya! Anda sendiri tak pernah menyadari bahwa Dia senantiasa memberi perhatian kepada semua makhluk-Nya, kecuali kepada thagut (setan), agar tetap terjaga dalam keimanannya! Andaikan tiada Dia memberi perhatian, maka sudah lama anda terombang ambing di dalam kesesatan! Naudzu billahi min dzalik. Anda sudah waktunya berterima kasih atas segala karunia yang sudah anda pergunakan selama ini! Anda sama sekali tidak perlu menjadi seorang pemurah di hadapan-Nya! Allah lah yang memberi anda setiap anda memohon pertolongan kepada-Nya! Dengan begitu, anda sudah tidak patut untuk membangkang kepada-Nya! Saatnya anda menjalankan semua perintah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya! Jadilah anda sebagai muslim sejati yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya di setiap waktu!

Allah akan memilih anda apabila ada keinginan untuk mencoba sebagai manusia pilihan. Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Apabila anda dapat menunaikan perintah dan menjauhi larangan, maka insya Allah anda dapat melihat wajah-Nya! Akan tetapi, anda tidak dipilih apabila anda asal sebatas memenuhi kewajiban. Allah Azza wa Jalla hanya akan memilih anda apabila betul-betul membutuhkan-Nya, buka sekadar memenuhi kewajiban! Apabila anda solat, misalnya, lakukanlah sebagai sarana untuk menjadikan anda merasa butuh akan perannya sebagai seorang hamba di hadapan Allah SWT! Anda membutuhkan-Nya karena ada hubungan antara anda sebagai seorang hamba dan Allah Azza wa Jalla sebagai Sang Maha Pencipta! Anda tidak diperhatikan bila di dalam solat hati anda berpaling kepada yang lain. Allah Azza wa Jalla ada di depan anda! Berdirilah dengan sedikit merundukkan kepala anda dengan penuh rasa takut! Andaikan anda sudah terbiasa merunduk setiap solat, maka selanjutnya diupayakan agar dapat mengerti lebih dahulu arti dari setiap bacaan solat! Anda akan mudah merenungkan makna yang dikandung dari bacaan tersebut bila sudah tahu artinya. Anda tidak perlu terburu-buru dalam menunaikan solat wajib! Allah ada setiap anda menunaikan solat lima waktu! Sekiranya anda sudah rutin melakukan solat lima waktu, maka setiap waktu solat agar betul-betul dilakukan hal yang sama, yaitu tunduk, mengerti bacaannya, sesudah itu belajarlah agar mengartikan bacaan solat di dalam hati! Anda pasti sulit bila anda membacakan semua bacaan solat bersamaan antara apa yang dibaca di lahir (lisan) dengan apa yang diartikan di dalam hati! Untuk itu, anda beri waktu sejenak untuk mengartikannya sesudah bacaan lisan selesai. Ambil contoh, misalnya, pada saat anda membaca takbiratul ihrom: Allahu Akbar! Anda agar tidak langsung membaca do’a iftitah dahulu, tetapi maknai apa itu kata-kata ‘Allahu Akbar’ (Allah Maha Besar, anda dapat memaknainya sebagai berikut: Duhai Allah Engkau memang Maha Besar!). Lakukanlah hal yang sama untuk bacaan lainnya di dalam solat!

Allah Azza wa Jalla sangat menghargai anda apabila anda sungguh-sungguh mengerti pada hakikatnya apakah solat itu? Anda solat tentu saja sebagai bentuk perintah Allah SWT yang wajib ditunaikan oleh semua muslim. Adakah seorang muslim yang tidak menunaikan kewajibannya? Sangat banyak! Alhamdulillah apabila anda sudah menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah! Anda sebagai makhluk pada mulanya akan berubah kedudukannya apabila anda menghamba di hadirat-Nya! Seorang muslim tidak langsung disebut sebagai hamba apabila dia tidak menunaikan kewajiban dengan sungguh-sungguh! Apabila anda menunaikan kewajiban dengan sungguh-sungguh, maka anda berhak dianggap sebagai hamba! Makna sungguh-sungguh adalah menyadari dengan sepenuh jiwa bahwa anda memang hamba-Nya yang patut tunduk, takut apabila menunaikan solat wajib! Sebab solat wajib yang hanya sekedar wajib tidak membekas akan hakikatnya solat. Solat hakikatnya dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar! Maka solat yang tidak patut adalah solat yang tidak merasa takut bila anda berada di wilayah kebesaran Allah Azza wa Jalla! Anda akan menerapkan rasa takut anda dalam kehidupan sehari-hari bila solat anda ditunaikan dengan penuh rasa takut di hadapan kebesaran-Nya!

Allah Azza wa Jalla bukan mewajibkan anda solat khusyu’, melainkan meminta anda agar anda betul-betul berhubungan dengan-Nya saat solat! Sekiranya solat khusyu’ wajib, maka banyak muslim yang gugur solatnya! Sungguh Allah Maha Bijaksana! Sudahkan anda solat yang memenuhi standar sebagaimana solat? Solatnya seorang makhluk pasti berbeda dengan solatnya seorang hamba! Lho? Apa bedanya? Allah akan menilai anda saat solat, adakah anda menunaikan solat merunduk takut atau sekedarnya saja sebagai seorang muslim yang diperintahkan untuk menunaikannya? Anda seorang makhluk bila sekedarnya saja! Sebaliknya, anda seorang hamba, apabila solat yang anda tunaikan berbekas terhadap perbuatan anda dalam kehidupan sehari-hari! Seorang hamba adalah seorang yang mengabdikan dirinya untuk memenuhi segala amalnya sesuai dengan perintah Allah! Jika saja mengetahui bahwa solat itu merupakan perwujudan seorang hamba dalam berhubungan dengan Allah, maka mustahil seorang hamba melakukan apa-apa yang dilarang-Nya! Anda adalah seorang hamba jika anda tidak memperturutkan nafsu untuk memenuhi keinginan setan yang membisik-bisik di dada anda! Padahal anda sesungguhnya mengetahui bahwa suatu perbuatan itu terlarang dan dibolehkan! Jika saja anda takut bahwa anda sudah berhubungan dengan Allah dalam solat anda, yang penuh dengan rasa rendah dan takut kepada Allah apabila anda melanggar larangan-Nya, maka mustahil anda melakukan perbuatan yang dilarang!

Anda belum terpilih sekiranya anda masih beribadah kepada selain Allah! Anda solat tetapi anda berpaling dari Allah! Solat anda bukan untuk Allah dengan sepenuh hati! Akal anda turut mengganggu anda dalam berhubungan dengan Allah! Anda solat separuh hati, bukan benar-benar sepenuhnya bahkan hati anda hampir tidak diikutsertakan dalam berhubungan dengan-Nya! Allah Azza wa Jalla akan memilih anda sebagai pilihan-Nya bila solat anda mencapai derajat khusyu’ setiap anda menunaikan solat!


Silakan dibaca Artikel Terkait di bawah ini

1 comment:

Artikel Populer 7 Hari Terakhir