23.11.10

Peristiwa Alam: Petunjuk Bagi Manusia

Segala hal yang terjadi di dunia tidak terlepas dari kehendak Allah. Siapa pun yang beriman kepada-Nya, maka bukan tanpa sebab atau tujuan yang berada di balik sesuatu peristiwa alam yang menimpa anak manusia, selain alam adalah milik Allah. Perubahan alam yang selama ini kita ketahui menyibukkan para pemerhati atas apa yang sesungguhnya terjadi. Kunci dari semua itu adalah manusia sesungguhnya sudah melupakan akan kehidupan yang seharusnya diatur menyesuaikan dengan sunatullah.

Peristiwa alam yang menyebabkan kematian anak manusia, pepohonan, binatang dan berbagai kerusakan lainnya, tentu saja, sangat tidak diharapkan. Akan tetapi, adakah manusia yang mau berpikir bahwa Allah azza wa jalla sangat mudah bagi-Nya untuk mengatur semua itu terjadi? Perumpamaan yang dapat dipetik sebagai pelajaran adalah menanti kedatangan kiamat, yang tak seorang pun tahu, sudah diperlihatkan sebuah model dalam skala kecil.

Anda boleh jadi beranggapan, bahwa tak ada kaitan antara sebuah contoh kecil (sugro), yang dapat dilihat dengan penglihatan secara langsung bagaimana Allah sangat berkuasa atas apa pun yang menjadi ciptaan-Nya, dengan peristiwa yang sesungguhnya terjadi sebagaimana yang dapat diyakini kedatangannya (kiamat). Andaikan tidak terjadi apa pun di dunia ini, adakah Anda meyakini akan datangnya hari kebangkitan (kiamat)? Jika Anda orang beriman, Anda pasti yakin bahwa kiamat akan datang.

Allah azza wa jalla bukan angkuh atas Diri-Nya sendiri melainkan Allah Maha Bijaksana. Adakah Anda berpikir bahwa setiap peristiwa menggugah kesadaran Anda untuk segera berubah atas kesalahan yang sudah Anda perbuat? Adakah manusia menanyakan kepada diri sendiri tentang semua yang sudah diadakan di dalam apa pun sebagai salah satu kebaikan atau keburukan? Adakah Anda mengetahui bahwa kebaikan adalah suatu perintah dari Allah dan keburukan merupakan ajakan setan? Adakah Anda menyadari bahwa keburukan yang diperbuat oleh manusia dapat berdampak terhadap Anda? Adakah Anda dapat menghindar dari sebuah peristiwa yang ditimpakan oleh Allah akibat selalu berbuat dosa karena sombong tidak mengikuti perintah-Nya? Peristiwa atau bencana yang ditimpakan oleh Allah atas kejahatan manusia adalah sebuah peringatan, adakah Anda menyadarinya?

Alam adalah makhluk Allah yang disediakan untuk mendampingi makhluk lainnya agar dapat memenuhi keadaan akan hidup di dunia. Pasti semua yang hidup di dunia tidak dapat berlepas dari alam yang sudah disediakan Allah. Anda adalah salah satu makhluk yang tak mungkin bertahan hidup bila tidak ada nasi sebagai makanan pokok orang Indonesia. Bila tak ada padi di sawah, semua manusia di Indonesia geger kebingungan. Anda sadar bahwa nasi berasal dari padi yang tumbuh dari tanah sebagai bagian dari alam. Akan tetapi, Anda kerap kali melupakan Allah yang telah menumbuhkannya. Sawah ada terhampar jutaan hektar, tetapi bila tidak ada hujan, maka tak ada air yang dapat menghidupi padi di sawah. Anda juga menyadari akan hal itu. Akan tetapi, Anda dan kebanyakan manusia tidak mengingat dengan penuh kesadaran untuk beribadah kepada Allah yang telah menjadikan semua itu terjadi.

Sekiranya Anda beribadah kepada Allah bukan berarti Dia (Allah) bangga atas ibadah Anda. Iman Anda bukan sebuah pertaruhan untuk memperoleh kasih sayang Allah, selain adanya kesadaran bahwa Anda memang membutuhkan-Nya. Lambang kekuasaan Allah atas seluruh makhluk-Nya telah dibentangkan di dunia ini. Adakah manusia menyadari akan lambang kekuasaan tersebut? Mustahil Anda akan mengenal Allah bila tak ada keyakinan akan lambang kekuasaan-Nya. Betapa pun Anda sangat berkeyakinan bahwa alam merupakan ciptaan-Nya, sekiranya tidak ada rasa untuk menghamba kepada-Nya dengan penuh keikhlasan, maka Anda tak akan menyadari hakikat yang sesungguhnya dari cara Anda mengakui keberadaan-Nya.

Jadi, hakikat dari bentuk pengakuan seharusnya ditunjukkan dengan kerendahan diri di hadapan-Nya. Aneh bila Anda mengakui kehebatan Allah, di satu sisi, tetapi Anda biasa-biasa saja tanpa berekspresi akan kekuasaan-Nya, di sisi yang lain. Bukannya Allah membutuhkan Anda mengakui kehebatan-Nya tanpa adanya keikhlasan dalam menjalankan kewajiban kepada-Nya. Anda tidaklah dipalingkan dari-Nya sekiranya Anda tak patuh kepada-Nya, selain rahmat Allah dijauhkan dari diri Anda. Allah sangat keras kepada makhluk-Nya yang tidak tahu diri atas kasih sayang-Nya selama ini.

Allah swt telah menetapkan pada Diri-Nya sebagai wujud kasih sayang untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya. Tetapi, kebanyakan manusia memilih kerugian atas dirinya daripada beriman kepada-Nya. Allah swt berfirman, “Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman” (QS. Al-An’am: 12). Bagaimana Anda disebut sebagai hamba Allah yang beriman bila tidak pandai bersyukur atas kasih sayang-Nya?

Allah swt telah menciptakan Anda berada dalam kasih sayang-Nya. Seluruh makhluk-Nya diciptakan karena Dia (Allah) menghubungkan antara Diri-Nya dengan makhluk ciptaan-Nya di dalam kekuasaan-Nya. Anda adalah makhluk-Nya, tentu tak dapat begitu saja lepas dari penglihatan-Nya. Dia-lah Allah Yang Maha Melihat. Apa pun yang Anda lakukan senantiasa terlihat dalam pandangan-Nya. Allah azza wa jalla ada di mana-mana, mustahil bagi-Nya tidak mengetahui Anda dalam genggaman kekuasaan-Nya. Maka, apabila Anda dicintai oleh Allah, berarti Anda berada di dalam kekuasaan-Nya dengan penuh kasih sayang, bahkan melebihkan Anda daripada makhluk lainnya.

Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Berkuasa menghendaki setiap makhluk-Nya mencintai-Nya melebihi dari siapa dan apa pun. Andaikan anda sangat mencintai ibu Anda, maka Allah harus dicintai melebihi dari cinta Anda kepada ibu Anda. Saat Anda berlepas dari kekuasaan-Nya, maka mustahil Anda akan ditolong oleh Allah. Dan, tentu saja, Anda juga tidak akan dicintai-Nya.

Anda bukanlah mengabaikan Allah, selain Anda tak patut memperoleh kasih sayang-Nya. Manusia yang selalu merindukan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka baginya layak mendapatkan surga-Nya. Keberadaan seorang hamba Allah tidak mungkin jauh dari kedekatannya dengan Sang Khalik dalam dirinya. Amal-amal yang diperbuat oleh hamba-Nya mencerminkan bentuk hubungan kedekatannya dengan Dia. Sebagai seorang hamba yang takwa, anda berhak dicintai oleh Dia Yang Maha Mulia. Kedudukan anda menjadi mulia karena dekat dengan-Nya. Namun, bila Anda menjauh dari Allah dan mendekat menjadi teman setan laknatullah ‘alaih, maka Anda pun menjadi jauh dan semakin terhina di sisi Allah, serta tak mungkin Anda menjadi bersih dan bercahaya.

Pelajaran yang seharusnya untuk direnungkan dari peristiwa alam adalah mengakui akan kemahakuasaan Allah serta tunduk dan patuh kepada-Nya. Tak ada ungkapan lain dari dalam hati selain menghamba di hadapan kemahabesaran Allah. Kehadiran berbagai peristiwa alam yang sangat memporakporandakan semua fasilitas yang tersedia di wilayah bencana sangat mustahil terjadi tanpa kekuasaan Allah di situ. Semua pasti mengiyakan (tanda setuju). Bagaimana mungkin gunung merapi ciptaan Allah meletus disebabkan oleh tangan manusia? Akankah seorang mbah Marijan dapat menangani semburan merapi? Sulit dapat dicerna oleh akal.

Allah azza wa jalla hendak menjadikan peristiwa merapi untuk menyadarkan kepada umat muslim agar jangan berlaku syirik kepada-Nya. Cerita mengenai munculnya lambang seekor kambing (wedus) gembel yang dijadikan sebagai adanya kemiripan dengan yang sesungguhnya adalah sebuah tafsiran yang keliru. Kepulan asap merapi sangat memungkinkan muncul dalam berbagai bentuk. Belakangan tertangkap mirip sebuah gambaran wayang petruk, sebutan untuk seorang dari keturunan Arab berhidung mancung mirip wayang petruk pada masa lampau yang sedang berdakwah di sekitar lereng merapi mengajak warga untuk beriman kepada Allah swt. Anda terkesima membaca sebuah berita mengenai hal tersebut seakan betul apa yang diberitakannya (lihat asal usul berita yang ditulis di Republika co.id).

Betul tidak berarti benar isinya. Silakan Anda menceritakan apa pun yang dapat dijadikan ramai para pembaca berminat mengetahuinya sepanjang sumber berita itu dapat dipertanggungjawabkan. Akan tetapi, bila sebatas dimunculkannya sebuah berita hanya untuk membingungkan apa yang sesungguhnya terjadi, maka akan lebih baik untuk tidak dipublikasikan. Nilai kebenaran sebuah berita tidak ditambahi atau dikurangi, apalagi asal menulis dari sumber yang tidak dipertanggungjawabkan, baik dari segi sejarah maupun asal usul cerita tersebut. Sekiranya ada nilai kebenaran, adakah nilai-nilai itu dapat melahirkan sesuatu yang memotivasi masyarakat untuk menjunjung nilai-nilai kebenaran tersebut? Permasalahan yang muncul di kalangan orang-orang beriman lebih disebabkan hilangnya merasakan adanya kebenaran yang difirmankan Allah di dalam Al-Quran.

Anda sebagai orang beriman terhadap kekuasaan Allah di bumi dan di langit, sebaiknya berbaktilah kepada-Nya dengan lebih mengedepankan ajakan kebenaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadts Rasulullah saaw. Bukan menimpali apa yang sedang terjadi dalam setiap peristiwa dengan cerita mitos yang tidak bermanfaat. Ajaklah mereka yang sedang mengalami musibah atau kecelakaan dengan mendudukkan akan suatu sandaran yang dapat dijadikan sebagai penguat kelemahan manusia di hadapan Allah azza wa jalla.

Bencana alam yang kian marak di berbagai wilayah Indonesia bukan sama sekali tidak ada keterkaitan antara alam, manusia dan Allah Yang Maha Pencipta, di satu sisi, dan rayuan setan menggoda manusia di sisi yang lain. Sadari bahwa apa pun yang menimpa umat manusia di berbagai belahan dunia akibat bencana alam sesungguhnya merupakan bentuk peringatan! Kekuatan manusia dapat diukur dengan kekuasaan Allah dalam menghadapi berbagai kendala. Peristiwa alam yang dihubungkan dengan adanya kekuatan manusia tak mungkin mengabaikan kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa. Anda, misalnya, memiliki kekuatan supra natural menyebutkan bahwa Anda mampu menghalau semburan merapi, mustahil bagi Anda dapat melakukannya bila tanpa adanya kekuasaan Allah. Anda sendiri bahkan belum tentu dapat menghindar dari amukan api di dalam ruangan yang Anda berada di dalamnya. Anda dapat terlepas dari amukan api karena Allah menolong Anda. Mustahil Anda selamat karena Anda memiliki kemampuan tersebut. Ketahuilah bahwa kekuatan makhluk sesungguhnya karena Allah Maha Bijaksana. Tiada kekuatan dan daya manusia selain karena pertolongan-Nya.

Allah swt mengajak umat manusia untuk menghamba di hadapan kemahabesaran-Nya agar diberi kasih sayang-Nya. Bila Anda dicintai dan disayangi Allah, maka ke mana pun anda berada akan diselamatkan oleh Allah dari semua musuh Anda, baik dari golongan jin maupun manusia. Janji Allah pasti benar. Anda pasti ditolong oleh Allah bila memohon pertolongan kepada-Nya. Kesiapan Anda menghadap kepada Allah tidak seperti Anda akan menghadap pejabat tinggi. Anda cukup berniat saja pasti akan dihadapi. Akan tetapi, adakah Anda mengetahui bahwa Allah melihat Anda? Juga tak perlu Anda mengetahui Allah lebih dahulu baru menghadap. Anda akan ditemui oleh Allah tanpa anda meminta-Nya.

Allah ada di mana-mana dan kapan saja Dia senantiasa ada. Bila Anda akan menemui Presiden, belum tentu dapat bila Anda masih asing. Pertemuan dengan Allah pasti dapat. Pada dasarnya, Allah sangat mengasihi dan menyayangi hamba-Nya yang taat dan patuh kepada-Nya. Adakah Anda memiliki kekuasaan selain pemberian pertolongan dari Allah? Pasti hanya karena Dia siapa pun dapat berkuasa atas segala sesuatu di dalam kehidupan di dunia. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia bersumber dari pengetahuan Allah. Bahkan, pusat ilmu pengetahuan ada di dalam Al-Quran. Sudahkah Anda menggalinya? Adakah Anda menyadari bahwa apa yang ada di kerajaan langit dan kerajaan bumi adalah kepunyaan Allah?

Allah Azza wa Jalla sebagai Penguasa Tunggal di alam yang diciptakan-Nya, mustahil Dia tidak mengetahui segalanya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu atas seluruh rasul-Nya. Allah swt berfirman, “(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan) mu?" Para rasul menjawab: "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang gaib" (QS. Al-Ma’idah: 109).

Anda pasti tidak tahu apa yang ada di dalam bumi yang Anda pijak, selain Anda hanya menginjakkan kaki Anda di atasnya. Anda pasti tidak tahu ada apa di balik semburan merapi yang mengguncangkan dunia? Anda hanya tahu kepulan asap panas yang mematikan ternak, tumbuh-tumbuhan, dan manusia. Anda pasti tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan peristiwa meletusnya merapi akan meluncurkan air (lahar) dingin ke hulu sungai sampai melintas ke pemukiman penduduk. Anda hanya tahu dari berita tentang ini dan itu, sekali pun yang memberitakannya juga sama-sama tidak mengetahuinya. Lalu, mengapa Anda tidak bertanya kepada yang telah menjadikan merapi meletus?

Allah Maha Berkuasa pasti sangat mengetahui peristiwa meletusnya merapi, banjir bandang, tsunami, angin puting beliung dan lain-lain musibah yang melanda di berbagai wilayah Indonesia. Peristiwa adalah sebuah kejadian yang luar biasa. Artinya, kejadian itu telah meminta perhatian banyak orang. Allah Azza wa Jalla memberitahukan melalui alam agar manusia mengetahui perbuatan yang selama ini diperbuatnya ternyata tidak mengikuti perintah dan larangan-Nya. Sudahkah para pemerhati, peneliti, ilmuwan, sejarahwan, budayawan dan karyawan menyadari adanya keterkaitan antara manusia, alam dan Allah swt, di satu sisi, dengan setan sang penggoda manusia di sisi yang lain?

Hembusan setiap detik akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Bayangkan andaikan setiap udara atau oksigen yang Anda hirup penuh dengan belerang, bagaimana pengaruhnya terhadap paru-paru Anda? Anda pasti akan merasakan sesak di dada Anda. Adakah Anda berpikir bahwa tak mungkin Anda akan hidup sehat bila dada Anda terus menerus sesak? Akan tetapi, alhamdulillah, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menyediakan untuk manusia dengan udara segar, air (H2O) yang mengalir dari pegunungan, air laut yang tidak ada orang yang dapat menawarkannya, tanah padat yang Anda pijak, gunung yang menjulang tinggi, kebun-kebun yang penuh tanaman yang sangat bermanfaat bagi manusia dan binatang, sayur mayur yang sudah ada di sekitar lingkungan, batu, pasir, kapur, semua yang ada di bumi dan di langit semuanya sudah disediakan Allah untuk manusia. Adakah yang mau berterima kasih kepada Allah? 

Anda sudahkah bersyukur bila saat ini Anda sehat? Adakah Anda menganggap bahwa semua yang menjadikan Anda sehat, bergairah, tanpa ada yang mengganggu Anda adalah semata-mata karena Anda sendiri? Sudahkah anda merenung sejenak bahwa Allah azza wa jalla sangat mengasihi dan menyayangi Anda? Anda sebetulnya sama sekali tidak sulit memahaminya atas semua pertanyaan saya tersebut, selain Anda masih berat untuk menjalankannya. Mengapa? Allah Maha Memahami atas seluruh persoalan Anda, sekali pun Anda menyembunyikannya. Mustahil Anda dapat menghindar dari penglihatan-Nya.

Lihatlah apakah manusia mampu menyelesaikan persoalan yang menghimpit kehidupannya bila dia tidak menyandarkan kepada kekuatan Allah? Pasti tak ada seorang pun akan mampu. Pola pikir manusia hanya sebatas menampung persoalan yang masuk ke dalam laci memori di otaknya. Adakah, kemudian, Anda mengolah, menganalisa, dan menyimpulkan persoalan tersebut? Persoalan Anda adalah tetap persoalan, sedangkan Anda hanya terus berpikir tanpa dapat menemukan pemecahannya. Lalu, bagaimanakah cara Anda lepas dari persoalan tersebut? Adakah anda mampu melepaskan persoalan tersebut?

Sebagai contoh, Anda memiliki seorang istri yang suka mengahambur-hamburkan uang Anda, tanpa persetujuan dengan Anda untuk apa uang itu digunakan. Anda sudah mencoba menasehatinya, tetapi tetap saja dia membandal. Anda berpikir bahwa kebiasaan menghambur-hamburkan uang itu disebabkan karena Anda memanjakan dia dengan uang. Kemudian Anda mencoba untuk tidak menyediakan kebutuhan secara penuh kepada istri Anda. Anda sudah mengurangi jumlah uang yang diberikan. Cara Anda melakukan seperti ini dianggap dapat menyelesaikan masalah! Namun, apa yang terjadi? Istri Anda ngambek, memarahi Anda. Anda pun jadi bingung tidak tahu lagi harus bagaimana. Adakah Anda mulai yakin akan pertolongan Allah? Artinya, Anda sudah tidak lagi mampu memecahkan persoalan Anda selain dengan memohon pertolongan Allah. Maka, jelaslah bahwa Anda sangat membutuhkan-Nya untuk menyelesaikan persoalan Anda. Adakah Anda meyakini kemahabesaran-Nya?

Manusia adalah salah satu makhluk Allah yang sangat lemah terhadap berbagai masalah yang menghadang dirinya. Keseluruhan informasi yang dia dapatkan tak lebih hanya sebatas membantunya mengusir segala kesemrawutan yang muncul akibat masalah yang dihadapi. Maka, sekali lagi, hanya dengan menyandarkan kepada kekuasaan Allah-lah manusia dapat terlepas dari beban hidup yang menghimpitnya. Jebakan setan kerapkali mengajak manusia mengikuti perintahnya agar menentang Allah. Tanpa Anda sadari banyak masalah yang diselesaikan dengan meminta bantuan kepada paranormal atau dukun yang menyesatkan. Betapa banyak manusia ditawari kebisaan tertentu untuk pengobatan, penglarisan, penggelapan, perjudian, pemuasan nafsu, pertahanan (kebal) badan dari benda tajam, peraduan atau persembahan untuk keselamatan, perburuan harta karun, penghipnotisan, sihir, teluh, santet dan sebagainya. Anehnya mereka begitu saja percaya padahal dia menjalankan solat, rajin mengikuti pengajian dan sebagainya. Kekeliruan cara manusia mendekati Allah sangat merugikan dirinya di dunia maupun di akhirat.

Alam sebagai bagian dari kehidupan umat manusia ikut menyaksikan bagaimana manusia telah ingkar dari kebenaran. Allah Yang Maha Pencipta menjadi semakin marah ketika banyak manusia tidak pernah mendengarkan perintah-Nya untuk ditaati. Berbagai majelis telah mengajak umat manusia untuk bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya, namun tetap saja manusia masih banyak yang membangkang, tidak mempedulikan apa yang selama ini dijalani. Peristiwa alam sesungguhnya menjadi petunjuk bagi umat manusia agar menyadari atas segala kesalahannya sebagai makhluk Allah yang telah ditugaskan untuk beribadah hanya kepada-Nya. ***





Silakan dibaca Artikel Terkait di bawah ini

2 comments:

  1. manusia itu khalifah fil ard, dan juga di al quran itu manusia ialah makhluk yang paling mulia di muka bumi,mengapa bisa mngatakan bahwa manusia itu lemah? sedangkan allah sendiri meninggikan manusia diatas makhluk lainnya.

    berarti pernyataan tersebut sudah melanggar kontek al quran itu sendiri.

    karena kesempurnaan manusia maka manusia bisa saja atau dimungkinkan untuk mencegah maupun menciptakan bencana.ingat manusia itukan khalifah di atas bumi maka bumi beserta isinya bisa dikelola menjadi baik atau buruk.

    toh walau kita berdoa tetap saja kita harus menjalani hidup berarti sesuai dengan al quran bahwa allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu mau berusaha.
    dan selemah-lemahnya iman ialah doa.

    berdoa itu penting,bukankah dalam sholat semua doa yang baik bagi kita sudah ada atau terpenuhi dalam ritual sholat?

    wajar saja manusia bisa ini dan itu karena sempurna bukan berarti dia yang memiliki kemampuan itu sesat,syirik dll.toh kemampuan itu asalnya dari ALlah juga yang harus dipertanyakan ialah bagaimana cara mendapatkan kemampuannya dan juga aplikasinya kemana?

    pendekatan kepada Allah SWT di dalam konteks hubungan ghoir mahdoh atau ritual yang tidak langsung bisa bervariasi tergantung cara kehidupan seseorang dan pengetahuan di dalamnya.jadi kita tidak bisa menjudge hal itu salah or benar kalau tidak ada rujukan al qurannya.

    ReplyDelete
  2. Keangkuhan diri merasa bisa tidak mendudukkan manusia menjadi seorang hamba yang tunduk dan patuh kepada Allah. Adakah bahwa kita menjadi bisa tanpa karena Allah? Inilah yang menyebabkan manusia lupa akan asal usul penciptaan dirinya. "Allah menciptakan manusia dari segumpal darah" (al-'Alaq:2). Kemudian Allah meniupkan ruh! Maka jadilah dia dalam bentuk yang lain (manusia)!

    Kejadian manusia seperti ini merupakan suatu pengajaran Allah agar manusia tidak melupakan siapakah dirinya. Jika Allah menganugerakan kecerdasan akal (IQ), maka bukan tidak ada tujuan! Akal disuruh untuk merenungkan atas ciptaan-Nya agar mengingatkan kita akan kemahabesaran-Nya.

    Dengan pengajaran seperti itu, manusia seharusnya menyadari bahwa dirinya sesungguhnya lemah! Tanpa karena Allah, mustahil dia dapat berbuat ini dan itu. Sayangnya, manusia yang membanggakan diri terlalu angkuh untuk merendahkan diri (menghamba) di hadapan kemahabesaran-Nya. Jadilah dia lupa akan dirinya.

    Kemampuan manusia bukan untuk menjadi sombong di hadapan-Nya. Melemah dan merasa tak punya apa-apa bila tanpa kasih sayang-Nya (rahmat-Nya). Dengan seperti inilah manusia akan menemukan Tuhannya. Siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya!

    Jadi, jika ada manusia merasa bisa, sesungguhnya dia bisa bukan karena kemampuan akalnya semata-mata, selain Allah telah menganugerahkan kemampuan tersebut. Bila dia tidak pandai bersyukur, siksa Allah sangat pedih! Sulit manusia pandai bersyukur bila dia lupa akan dirinya. Yang ada hanya bahwa dirinya sudah diberi kemampuan.

    ReplyDelete

Artikel Populer 7 Hari Terakhir