27.11.10

Lambang Kedigjayaan Orang Takwa

Pahala orang bertakwa di alam dunia ditunjukkan oleh Allah dalam wujud sesungguhnya dapat dirasakan manfaatnya oleh sendiri maupun orang lain. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang secara kodrati memerlukan kekuatan jiwa dan raga sebagai sandaran dalam mengabdi kepada-Nya. Keperkasaan akan dirinya sebagai bagian dari karunia Allah atas kedekatannya dengan Allah merupakan bukti pahala yang dapat disaksikan oleh manusia di dunia. Lambang keperkasaan atau kedigjayaan akan diperlihatkan dalam bentuk benda-benda yang sudah diketahui oleh manusia, seperti tombak, pedang, cambuk, keris, angin, cahaya, sorban, tali, tongkat dan banyak lagi yang lainnya. Secara kasat mata, benda-benda tersebut tidak dapat dilihat. Akan tetapi, semuanya berada di wilayah yang hanya dapat dijangkau oleh pandangan mata hati atau ruh kita. Pahala yang seperti itu tidak dimaksudkan sebagai persekutuan, melainkan adalah sebuah lambang yang dapat diambil kekuatannya dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Mengapa Allah memberikan karunia berbentuk sebagai lambang-lambang tidak diwujudkan langsung ke alam nyata? Kekuatan akan benda-benda sebagai lambang kedigjayaan orang bertakwa hanya diperlihatkan kepadanya untuk menambah keyakinan akan pertolongan Allah Azza wa Jalla. Sebagai orang bertakwa, iman kepada yang goib merupakan ciri yang melekat dalam dirinya. Tanpa diperlihatkan dalam dunia nyata, dia sudah dapat melihat dengan mata hatinya pertolongan Allah Azza wa Jalla; munculnya lambang kekuatan tersebut yang mudah dikenali sebagai benda yang biasa membantu untuk melawan kejahatan yang dilakukan oleh manusia dan jin.

Anda pasti masih bingung dengan pernyataan saya tersebut. Masalah keyakinan kepada yang goib termasuk bagian dari kewajiban orang bertakwa, bahkan Allah akan memperlihatkan keyakinan tersebut di wilayah yang tak tampak dalam pandangan mata lahir. Anda menyaksikan kemampuan orang bertakwa sulit di cerna oleh akal anda karena akal anda memang tak mampu menjangkaunya. Bukan berarti sesuatu kekuatan di luar yang tampak tak akan muncul ke wilayah nyata, selain anda belum mengetahuinya dengan pandangan mata hati anda. Adakah anda mengimani pemberian karunia Allah atas apa yang telah anda perbuat dalam menjalankan segala yang diperintahkan dan segala yang dilarang?

Kemampuan supra natural (sulit dipahami oleh akal) adalah bukti yang dapat diketahui oleh manusia yang menyaksikan adanya sesuatu kekuatan atau keadaan yang tak dapat dilakukan dengan apa pun yang berada di dunia lahir. Kemampuan di luar daya talar manusia bukanlah berasal dari kekuatan magis atau makhluk goib. Anda salah menangkap pemahaman kata goib bila dihubungkan dengan makhluk goib. Allah itu Maha Goib dan bukan makhluk. Kendati memang ada makhluk yang tidak dapat dilihat oleh penglihatan mata lahir, tetapi tidak sama antara makhluk dengan Allah. Jin itu adalah makhluk goib, tetapi dia adalah makhluk Allah. Sebagaimana manusia, jin pun makhluk yang sangat lemah di hadapan kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Apabila anda meyakini kekuatan sesuatu benda lahir (yang berada di dunia) sebagai kekuatan yang dapat menolong anda, maka anda syirik atau menyekutukan Allah. Benda-benda itu adalah juga makhluk Allah; dia (benda yang anda anggap memiliki kekuatan) itu tak memiliki kekuatan sama sekali. Akan tetapi, jin menggoda anda untuk menjadikan sebagai sandaran kekuatan yang dapat menolong anda untuk berbagai keperluan. Jin yang singgah di benda tersebut adalah jin kafir.

Perbuatan anda mengimani benda lahir tersebut disebabkan oleh kecerdesan setan mengelabui manusia dengan seizin Allah. Tak ada satu kekuatan apa pun di dunia lahir maupun goib, baik dari jin maupun manusia, tanpa seizin Allah! Jika Allah tidak mengizinkan, mustahil setan dapat mengelabui manusia! Allah Azza wa Jalla memberi tangguh kepada iblis menggoda manusia sampai kiamat! Ajakan setan kepada manusia untuk mengikuti ‘kekuatannya’ sama sekali tidak dibenarkan, Allah sangat marah besar! Perhatikan bagaimana Allah menyatakan kemarahan-Nya atas mereka yang berbuat syirik dengan tidak memberi ampunan kepada pelakunya! Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (an-Nisa:48).

Allah Azza wa Jalla tak akan mengampuni dosa syirik yang dibawa mati oleh manusia yang telah berbuat syirik kepada-Nya. Dosa syirik lebih buruk daripada dosa selainnya, tetapi selama belum meninggal dunia kemudian bertobat, maka Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka dengan pemberian ampunan. Perbuatan manusia yang bersekutu dengan benda-benda seperti keris, batu ali-ali, kayu aneh (dari bentuknya), tombak peninggalan para raja-raja, dan benda-benda antik lainnya karena dianggap memiliki kekuatan, sesungguhnya dia telah ditipu daya oleh setan. Aneh, setan menipu dengan kejahatan yang sangat kepada anak cucu adam, tetapi mau saja manusia mengikutinya seperti kerbau dicocok hidung. Tipu daya setan merupakan perangkap yang digunakan sebagai senjata dalam melumpuhkan manusia yang lemah imannya. Kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada setan bukan sama sekali tidak ada kekuatan lain yang melebihi dari kekuatan setan yang juga diberi dari Sang Maha Kuasa.

Allah Azza wa Jalla adalah Tuhan Yang Maha Adil dan Bijaksana. Apabila ada hamba-Nya yang mau bertakwa kepada-Nya, Allah akan menganugerahkan karunia yang banyak. Salah satu dari sekian banyak itu, dia dikaruniai persenjataan yang dapat melumpuhkan kekuatan setan! Lambang kekuatan atau kedigjayaan itu berada di wilayah yang tak tampak, sebagaimana disebutkan terdahulu. Anda hanya menjulurkan tangan anda, maka seakan ada sesuatu kekuatan yang keluar dari tangan anda mengarah kepada sesuatu yang ada di dunia goib yang akan menyerang anda. Anda secara tiba-tiba merasakan adanya sesuatu yang berupaya mengintai anda, padahal anda sedang tidak melihat apa pun yang mencurigakan selain hanya apa yang terlihat dari mata anda. Seolah ada radar yang mengirimkan sinyal ke tangan anda, sehingga secara spontan tangan anda bergerak mengarahkan ke tempat yang ada sesuatu tersebut. Itulah yang dikenal dengan al-hikmah. Dengan al-hikmah, anda dapat melihat sesuatu yang belum pernah anda lihat sebelumnya dan mengetahui sesuatu yang belum pernah anda ketahui sebelumnya.

Allah Azza wa Jalla akan membimbing anda secara terus menerus apabila anda bertakwa. Adakah bahwa orang bertakwa yang beriman kepada Yang Goib sama dengan kaum musyrik yang bersekutu dengan makhluk goib? Anda, saya meyakini, pasti menjawab tidak sama! Adakah Yang Goib kalah dengan makhluk goib? Subhanallah, la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adhim. Maha Suci Allah, tidak ada daya dan kekuatan selain karena pertolongan Allah. Siapa pun mustahil mampu berbuat bila tanpa Allah menolongnya. Inilah kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau bertakwa kepada-Nya. Apabila anda tidak bertakwa, anda belum dapat merasakan bagaimana pertolongan Allah itu secara langsung diterima oleh anda secara terus menerus tanpa berhenti sampai ajal menjemput anda. Keliru bila ada yang memandang bahwa orang bertakwa sangat lemah tak berdaya seolah hanya mengedepankan akhirat sehingga meninggalkan kenikmatan dunia. Tidak seperti itu. Justru orang bertakwa secara bebas dengan petunjuk Allah dapat menikmati pemberian-Nya tanpa ragu bahwa semua yang diperolehnya berasal dari Allah. Karena itu, orang bertakwa selalu bersyukur tiada henti mengingat nama-Nya di hati. Dengan mengingat Allah di hati, dia merasakan Allah Azza wa Jalla memberi kenikmatan yang banyak, melindungi, membimbing ke jalan-Nya yang lurus dan selalu tenang tanpa beban dalam hidup.

Lambang kekuatan Allah dapat dirasakan langsung oleh orang-orang bertakwa. Cahaya Allah memancar dari dalam jiwa menyalur melalui setiap organ tubuhnya. Apabila ada yang dirasakan akan sesuatu hal yang masih asing, cahaya itu membentengi dirinya. Kilatan cahaya Allah dapat menyilaukan ‘musuh yang nyata’, maka mereka (para setan) yang mencoba mengganggu tidak mampu dan selalu menghindar untuk berjumpa, sekalipun terkadang terpaksa bertemu, mereka berupaya bersembunyi. Cahaya Allah yang melingkup dalam jiwa orang bertakwa dapat memudarkan perisai setan yang dijadikan sebagai kekuatannya dalam menjebak manusia yang lemah imannya. Cahaya Allah demikian terang tak terdeteksi oleh kekuatan mana pun bila bermaksud jahat kepada orang-orang bertakwa. Allah menjelaskan cahaya-Nya di dalam al-Qur’an sebagai berikut: “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (an-Nur:35).

Subhanallah begitulah keadaan cahaya yang berada di dalam jiwa manusia bertakwa. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki. Sebuah perumpamaan cahaya Allah laksana pelita besar yang bercahaya dilapisi oleh cahaya-cahaya yang berada di sekitarnya sehingga tampak sangat terang melebihi terangnya matahari. Bahkan, matahari berasal dari cahaya Allah yang dipantulkan kepadanya. Allah menjadikan segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu seakan ada suatu pelita yang selalu bercahaya dalam kehidupan di alam semesta. Allah Azza wa Jalla berada di balik realitas tetapi cahaya-Nya menjangkau wilayah alam nyata. Allah Azza wa Jalla mengetahui yang goib dan yang nyata. Allah berfirman, “Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan” (al-Mu’minun:92). Allah Azza wa Jalla menunjukkan kepada orang-orang yang bertakwa suatu jalan yang sangat bercahaya sehingga tidak ada kegelapan dalam menjalankan kehidupan di dunia. Dia senantiasa membimbing kepada jalan yang tak ada satu pun penghalang yang menjebak dirinya mengikuti jalan setan. Allah Azza wa Jalla telah mendudukkan dia mulia di sisi-Nya. Maka tak ada yang berani mengotorinya kecuali yang mengotorinya berada dalam kelelahan menghadapinya. Suatu kedudukan yang sangat didambakan bagi kaum beriman untuk berada di dalamnya sampai mendapatinya sebagai manusia pilihan adalah benar! Pahala orang bertakwa sedemikian mulia di sisi-Nya, maka adakah anda dapat menghindarinya? Allah Azza wa Jalla telah membentangkan pahala bagi siapa pun yang mau mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya! Tidakkah anda tertarik? Sangat rugilah manusia yang menghindarinya! Anda mau atau tidak mau pahala yang ditawarkan Allah, tetap saja anda akan menemui ajal. Allah Azza wa Jalla akan menjumpai anda di alam keabadian sesuai amal perbuatan anda. Jika saat ini Allah menawarkan anda untuk hidup bahagia di alam keabadian, mengapa anda menolaknya? Bukankah Allah sangat baik kepada anda? Aneh manusia itu, diberi tahu oleh Yang Maha Pencipta akan sesuatu hal yang dapat membahagiakan di alam keabadian tetapi menolaknya! Maka, Allah tidak memaksa, semuanya bergantung kepada anda. Tetapi, anda jangan menyesal dan pasti tidak akan dapat dikembalikan ke alam dunia lagi untuk menjalankan apa yang sudah dilakukannya dengan tidak mengindahkan ajakan Allah Yang Maha Kuasa. Penyesalaan anda tidak berlaku apabila ajal anda menemui anda. Telah habis jatah atau kesempatan anda mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah! Berlakulah ketentuan Allah untuk semua manusia yang sudah berada di alam kelanggengan; siapa patuh dan taat kepada-Nya, maka dia akan memperoleh rezeki dari Allah, dan barang siapa yang menjauhi apa yang sudah ditunjukki oleh Allah selama di dunia, maka dia akan mendapat siksa!


Silakan dibaca Artikel Terkait di bawah ini

No comments:

Post a Comment

Artikel Populer 7 Hari Terakhir