2.10.10

Kualitas Pelatihan Solat

Kalau anda menunaikan salat untuk mengingat Allah, apakah cara anda salat sudah benar-benar ingat kepada Allah? Lamanya salat memang salah satu ukuran untuk lebih mengingat Allah SWT. Namun, apakah lamanya salat sudah dapat berhubungan langsung dengan Allah? Maksud saya apakah salat khusyuk telah menjadikan anda dapat merasakan kehadiran Allah SWT? Pengalaman saya dalam menunaikan salat ingat membutuhkan suatu pelatihan yang intensif. Jika saya mengatakan pelatihan, jangan anda membayangkan seperti pelatihan yang seakan-akan bohong-bohongan. Pelatihan salat maknanya adalah berlatih mengingat Allah Azza wa Jalla di dalam solat bahwa Allah itu memang sedang melihat anda.

Allah SWT pasti akan membantu anda sampai anda benar-benar yakin akan kehadiran-Nya di dalam solat. Hadir-Nya Allah di dalam salat dapat dirasakan apabila hati anda melihat suatu cahaya yang sangat terang seperti matahari terbit. Anda sudah berada pada wilayah salat gaib. Sebab hati anda sudah dapat melihat cahaya. Namun, bila anda masih belum dapat melihatnya, berarti solat anda masih berada di dunia lahir. Apakah anda yakin mengenai hal ini? Memang sulit buat anda yang belum pernah melihat cahaya di dalam hati, bukan melihat dengan mata lahir anda, untuk dapat meyakininya. Insya Allah, anda akan dibuat kagum sekiranya di dalam salat melihat sinar bercahaya di dalam hati. Apakah mungkin hal itu terjadi pada anda? Sangat mungkin, dan pasti dapat terjadi sekiranya anda benar-benar solat untuk mengingat Allah Azza wa Jalla, bukan mengingat yang lainnya.

Maka, seandainya solat anda sudah sampai dapat melihat cahaya di dalam hati, sesungguhnya solat anda adalah salat istimewa. Anda telah diperkenankan oleh Allah dapat melihat Dia Yang Maha Melihat. Mulai saat itu anda akan merasa lebih nikmat setiap menjalankan pendekatan kepada-Nya. Lebih baik daripada sebelumnya. Salah satu usaha yang dapat dilakukan agar tetap terjaga dalam berhubungan dengan Allah SWT, maka anda harus selalu mengingat-Nya di dalam hati (zikir khofi). Mengingat di waktu salat berbeda dengan mengingat Allah SWT di luar salat. Pada saat salat, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Sayang kepada hamba-Nya. Sedangkan di luar salat, Allah Azza wa Jalla kedudukan-Nya. Maha Sayang artinya anda disayangi oleh Allah sebagai hamba yang penuh khidmat dalam berhubungan dengan Allah SWT. Sedangkan, Allah Azza wa Jalla, di saat anda sedang bersantai, memberi kenikmatan yang luar biasa. Apa saja kenikmatan itu? Kenikmatan, sebagai bentuk sama dengan bebas dari beban menghadap Allah SWT, merupakan hakikat dari perwujudan kasih sayang. Anda sulit memahami pernyataan tersebut? Sebetulnya, anda sudah dibebaskan dari beban yang memberatkan. Misalnya, anda sudah tidak lagi diuji dari ujian yang memberatkan, selain menikmati pemberian. Sebelum melihat Allah SWT di dalam salat, anda masih terus diuji dengan berbagai ujian, maka sesudah diperkenankan bertemu dengan-Nya, anda seakan bebas dari berbagai ujian. Dahulu, jika anda diberi kekayaan merupakan bentuk ujian, maka saat ini adalah kenikmatan. Allah Azza wa Jalla bukan asal memberi kenikmatan, melainkan dengan sesungguhnya. Anda ada di manapun, maka Allah SWT ada di mana-mana. Apa artinya? Allah Azza wa Jalla memberi kelebihan kepada anda dengan menyerupakan banyak wajah anda. Secara lahir, anda berada di kota A, tetapi serupaan anda tersebar di mana-mana. Subhanallah. Pada mulanya anda pasti ragu apa betul terjadi. Anda sama sekali bukan memiliki khodam atau jin. Saya, insya Allah, berani angkat sumpah bahwa serupaan anda sesungguhnya adalah anda sendiri, bukan setan atau jin. Allah Azza wa Jalla ada sebagaimana kehendak-Nya, maka apabila Dia berkehendak hanya berkata ‘kun’ maka ‘fayakun’, ‘jadi’ maka ‘terjadilah’.

Anda boleh jadi bertanya, untuk apa Allah SWT menjadikan anda dengan banyak serupaan anda? Allah Azza wa Jalla adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana, yang dengan itu Dia menambah keyakinan anda, bahwa anda adalah manusia yang mulia. Allah Azza wa Jalla berkehendak saat ini anda bukan lagi sendiri, tetapi memiliki banyak teman abadi, yang mereka adalah anda sendiri. Anda masih ingat bahwa hati anda adalah ruh anda? Ruh sesungguhnya adalah anda di alam keabadian. Anda berada di lahir, tetapi ‘saya’ anda yang bersama-sama (Allah Azza wa Jalla sengaja melalui kekuasaan-Nya menyerupakan anda dengan jumlah banyak) di wilayah goib dijadikan Allah membantu anda untuk dapat menolong orang lain yang membutuhkan anda, sedangkan anda sendiri hanya satu, yaitu anda yang sekarang masih hidup. Saya sengaja menyampaikan hal ini kepada anda agar anda meyakini bahwa Allah Azza wa Jalla dapat berbuat apapun sesuai kehendak-Nya. Anda benar-benar akan diperlihatkan akan janji-Nya apabila Allah berjanji. Anda akan lebih terperangah dengan firman Allah yang menyatakan bahwa Dia berjanji dengan mengangkat gunung Thursina sebagaimana firman Allah SWT berikut, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa" (QS. al-Baqarah:63). Allah SWT berfirman adalah pasti benar, bahwa Dia mengangkat gunung di atas kepala dalam perjanjian dengan orang-orang beriman, Yahudi, Nasrani, dan orang-orang Shabiin akan pahala Allah Azza wa Jalla bagi yang mengimani Allah, Hari Kemudian, dan beramal soleh. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. al-Baqarah:62). Pertanyaan saya adalah apakah anda yakin bahwa yang difirmankan oleh Allah tersebut? Bagi anda yang tidak yakin, karena belum diberi keyakinan yang kuat oleh Allah, pasti akan berkata: ‘tak mungkin, masa gunung diangkat? Itu sih hanya simbol saja!’ Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Anda boleh yakin boleh tidak. Akan tetapi, anda akan menemukan kesulitan bila Allah menggambarkan akan adanya Hari Kiamat. Bagaimana anda dapat mengimaninya kalau bukan dengan keyakinan yang kuat (azza wa jalla), suatu tingkat keyakinan yang berada di bawah kekuasaan Allah Yang Maha Kuat lagi Menghendaki. Anda sebaiknya tidak memikirkan lebih dahulu apa yang saya sampaikan sampai anda betul-betul merasakan adanya Allah Azza wa Jalla menemui anda pada saat solat. Mudah-mudahan anda yakin bahwa Allah Azza wa Jalla pasti menemui hamba-Nya bila hamba-Nya benar-benar memiliki keyakinan akan hal itu.

Anda adalah makhluk Allah SWT bila sekiranya selalu mengajukan pertanyaan dengan akal anda, tidak dengan hati anda. Akal adalah karunia Allah SWT yang diberikan kepada manusia sebagai makhluk yang sempurna secara lahir. Akal hanyalah sebagian dari karunia yang diciptakan Allah pada diri manusia. Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dengan bertahap-tahap, dari air mani menjadi segumpal darah, kemudian menjadi daging dan setelah itu tulang belulang kemudian tulang belulang dibungkus daging, jadilah bentuk lain yang sempurna (manusia). Allah SWT berfirman, “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS. al-Mu’minun:14). Lalu bagaimana dengan ruh atau hati anda? “Allah meniupkan ruh setelah sempurna menjadi wujud manusia di dalam kandungan, Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" (QS. Shad:72).

Allah SWT tidak menciptakan manusia terpisah dengan ruhnya. Ruh anda akan dihidupkan sebagai makhluk untuk kedua kalinya, sehingga Allah akan memintai pertanggungjawaban kepada mereka atas apa yang telah diperbuat ketika berada di dunia. Allah SWT berfirman, “Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali, agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shaleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan adzab yang pedih disebabkan kekafiran mereka” (QS. Yunus:4).

Anda berada di dunia anda sendiri, yaitu dunia asal mulanya tiada. Allah menciptkannya dengan kehendak-Nya sampai Allah dapat menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati. Dia adalah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Anda adalah makhluk Allah yang dengan mudah Allah dapat menghidupkan kembali sesudah anda mati. Anda adalah makhluk yang tak memiliki kemampuan apa-apa apabila Allah berkehendak. Allah Azza wa Jalla berfirman akan kekuasaan-Nya atas kehidupan makhluk yang tadinya sudah mati. Allah SWT berfirman untuk menjelaskan kepada mereka yang belum yakin di hatinya tentang kekuasaan Allah Azza wa Jalla, “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. al-Baqarah:260).

Di sinilah pentingnya hati daripada akal dalam menerima keyakinan akan kebenaran Allah Azza wa Jalla. Suara hati anda pasti tidak pernah berdusta akan benarnya Allah SWT dalam menyampaikan apapun yang disebutkan di dalam al-Qur’an. Maka, apabila anda belum meyakini apa saja yang sudah disampaikan di dalam tulisan saya, anda masih menggunakan akal, hati anda belum dilibatkan. Saya hanya ingin menekankan pentingnya salat untuk mengingat ada-Nya Allah Yang Maha melihat, sehingga ketika anda solat agar benar-benar ditunaikan dengan melibatkan hati di dalamnya.

Saya, sekali lagi, tidak bermaksud untuk mengubah cara pandang anda mengenai kebenaran Allah SWT sesuai dengan keyakinan anda. Allah SWT lebih mengetahui saat anda sedang melakukan salat; apakah salat anda hanya sekedarnya saja atau salat yang betul-betul ditujukan hanya kepada Allah? Salat yang sebenarnya adalah salat yang anda dapat merasakan kehadiran Allah Azza wa Jalla di dalam hati. Allah SWT semoga selalu melindungi anda dari bisikan setan di dada. Amin.

Silakan dibaca Artikel Terkait di bawah ini

No comments:

Post a Comment

Artikel Populer 7 Hari Terakhir