14.6.12

Belanjakan Hartamu di Jalan Allah

يا أيها الذين آمنوا أنفقوا مما رزقناكم من قبل أن يأتي يوم لا بيع فيه ولا خلة ولا شفاعة والكافرون هم الظالمون

"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang dzalim" (QS. Al-Baqarah: 254).

Ayat ini (QS. Al-Baqarah: 254), sebagaimana disebut di atas, merupakan perintah Allah kepada kaum mukmin untuk mengeluarkan sebahagian rezeki yang diterima dari-Nya demi kepentingan tegaknya agama Allah dari kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan dan kekufuran yang dihasung iblis laknatullah 'alaih. Banyak kaum mukmin yang terpenjara oleh dirinya sendiri karena mengikuti ajakan iblis yang dihembuskan di dadanya. Allah Yang Maha Mulia sangat menyayangkan hati kaum mukmin yang seperti itu.

Agama Islam telah dipilih oleh Allah dengan keridoan dan kemuliaan-Nya. Oleh karena itu, siapa pun yang telah menjadi muslim sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang beruntung. Kaum muslim adalah kaum yang telah mengakui keberadaan Allah sebagai satu-satunya Tuhan Yang Maha Pencipta. Tiada Tuhan kecuali Allah. Dia (Allah) telah mewahyukan hal demikian kepada Rasulullah Saaw, dan karena itu, kaum muslim juga adalah orang-orang yang mengakui bahwa Muhammad adalah utusan-Nya.

Pelajaran yang akan diterima atas pengakuannya itu adalah diperintahkannya kaum muslim untuk tunduk dan patuh kepada setiap apa yang menjadi kehendak Allah yang tidak dapat ditawar-tawar. Letih, lesu dan lelah adalah suatu keadaan yang pasti akan dihadapi oleh kaum muslim untuk mengikuti perintah dan larangan-Nya. Allah akan menghargai kaum muslim bila tidak merasa lelah, lesu dan letih untuk secara istiqamah berada di jalan Allah sebagaimana orang-orang terdahulu dari kalangan Nabi dan kaum soleh.

Penegakan agama Allah hanya dapat dijalankan sekiranya kaum muslim telah benar-benar menyadari akan perintah dan larangan Allah. Berjuang untuk menegakkan agama Allah membutuhkan kebersamaan di antara kaum muslim (jama'ah). Berjuang mustahil bila dilakukan sendirian akan berhasil. Allah telah menjelaskan bahwa iblis adalah musuh yang nyata kaum muslim (anak cucu Adam a.s). Al-Qur'an telah menjelaskan bahwa kekuasaan iblis tak dapat digoyahkan tanpa pertolongan Allah.
إن عبادي ليس لك عليهم سلطان وكفى بربك وكيلا

"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, Kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga" (QS. Al-Israa': 65).

Penegasan Allah akan kekuasaan iblis karena dia (iblis) telah diberi tangguh oleh Allah sampai kiamat tiba. Dan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Adil memberi izin kepadanya. Al-Qur'an menegaskan bahwa Allah telah mempersilahkan kepada iblis untuk mengggoda, membujuk, menghasut, menjebak dan menyerang anak cucu Adam a.s. Allah Yang Maha Mulia telah berfirman:

واستفزز من استطعت منهم بصوتك وأجلب عليهم بخيلك ورجلك وشاركهم في الأموال والأولاد وعدهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا

"Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka" (QS. Al-Israa': 64).

Kejahatan iblis telah mendapat izin dari Allah. Akan tetapi, iblis telah berkata kepada Allah bahwa dia tidak akan menggoda hamba-hamba-Nya yang mukhlis.
إلا عبادك منهم المخلصين

"kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" (QS. Al-Hijr: 40).

Batas waktu yang telah ditetapkan (Kiamat) seolah sudah dekat, iblis pun tidak menyaia-nyiakan izin Allah. Berdasarkan izin Allah, iblis mengerahkan pasukan dari berbagai arah untuk menjerumuskan anak cucu Adam a.s. Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk mengajak anak cucu Adam a.s tidak menaati Allah.

ثم لآتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمآئلهم ولا تجد أكثرهم شاكرين

"kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)" (QS. Al-A'raaf: 17).

Ajakan untuk berada di jalan Allah akan dihalangi oleh mereka (iblis beserta pasukannya). Belanja di jalan Allah atas harta yang telah diterima oleh kaum muslim dimaksudkan untuk memperkuat barisan atas kepungan musuh-musuh kaum muslim (iblis laknatullah 'alaih). Kekuatan pasukan musuh telah berada di dalam keluarga, pada harta, anak-anak dan janji-janji yang ditawarkan oleh tipu daya iblis. Ajakan kebencian terhadap ketaatan (bersyukur) kepada Allah disesatkan dengan harta dan materi duniawi.

Patutkah kaum muslim yang telah membaca blog ini selama lebih dari satu setengah tahun tak memahami ajakan untuk menegakkan agama Allah dengan membelanjakan harta di jalan Allah? Bagi penulis sudah merasa cukup berdiskusi untuk memaknai akan ayat-ayat Allah, sedemikian hingga pada waktunya penulis berharap para pembaca aktif menyebarluaskan kepada siapa pun, khususnya orang-orang yang terdekat, mengubah mainstream yang selama ini menjerat jiwa atau diri atau hati atau ruh dari kecerdikan iblis menggoda, merayu, menjebak dan meninabobokan lewat harta dan janji palsu iblis laknatullah 'alaih.

Buku Agama, Hati dan Ilahi: Sebuah Kajian Ilmu Tasawuf Atas Ayat-Ayat Allah dilahirkan agar dapat disebarluaskan kepada mereka yang tidak sempat bersentuhan dengan dunia maya. Uluran tangan anda kepada mereka merupakan jihad anda demi menegakkan agama Allah melalui buku yang saya susun dari naskah-naskah yang dimuat pada blog ini. Penulis hanya mengajak, sebagaimana suara hati yang mengabarkannya, para pembaca budiman untuk memiliki buku tersebut (jilid I). Jika kemudian dapat terpenuhi, maka selanjutnya akan disusul dengan jilid II, dan insya Allah buku-buku lainnya yang terkait dengan kemahabijaksanaan Allah atas kaum mukmin yang ingin memperoleh anugerah karunia dari Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.

Penghargaan Allah kepada yang mau mengeluarkan rezekinya  karena keridoan-Nya untuk menegakkan agama Allah di jalan-Nya dipertegas oleh Allah di dalam Al-Qur'an.

ومثل الذين ينفقون أموالهم ابتغاء مرضات الله وتثبيتا من أنفسهم كمثل جنة بربوة أصابها وابل فآتت أكلها ضعفين فإن لم يصبها وابل فطل والله بما تعملون بصير

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat" (QS. Al-Baqarah: 265).



Silakan dibaca Artikel Terkait di bawah ini

No comments:

Post a Comment

Artikel Populer 7 Hari Terakhir